‘Poetry (original)’ Category

  1. kamu

    June 22, 2013 by kharissaja

    Kamu adalah bayang semu

    Menghiasi setiap langkahku

    Tak pernah berhenti dan selalu

    Membuatku jemu padamu

     

    Bagai ditelan gelap malam

    Engkau hilang menyamar

    Ketika ku tangkap bayang samar

    Di malam yang kelam

     

    Pekat jiwamu mengendap

    Terukir kuat dalam asa

    Hingga tubuh letih ini terlelap

    Ditemani buaian sayonara


  2. (menulis)puisi

    June 22, 2013 by kharissaja

    Bagi saya, menulis puisi tidak harus mengikuti suasana hati. Kita bisa menulis puisi tentang kebahagiaan disaat kita sedang merasa sedih, begitu pula sebaliknya. Menulis sebuah puisi tidak harus berdasarkan pengalaman pribadi. Apapun yang Anda pikirkan, rasakan, dan inginkan…. segera tuangkan di atas kertas, daun, atau media apapun itu.

    Bagi saya, menulis puisi adalah salah satu penyaluran emosi yang sangat baik. Kita tidak merugikan apapun dan siapapun. Justru kita menghasilkan suatu karya. yahh… Walaupun tak banyak orang yang bisa benar-benar memahami makna sebuah puisi…


  3. hilang

    June 22, 2013 by kharissaja

    Ku berlari,

    Berlari tanpa henti

    Hanya untuk mengejar asa

    Ku tinggal duka

    Dalam karam dan lara

    Ku buang abu

    Dalam debu

    Semu ku rasa

    Begitu mencabik-cabikku

    Hina diri ini akan kelabu

    Celaka diri karena satu…

    Retak asa,

    Menyatu dalam duka

    Luka dalam tak bertepi…

    Tiada henti…

    Hingga punah sosok diri

     


  4. tersesat

    June 22, 2013 by kharissaja

    Aku, ku disini terjebak

    Di sutu tempat

    Yang tak pernah ku datangi

    Atau mungkin aku sedang tersesat

    Tersesat dalam suatu rimba

    Rimba antah berantah…

     

    Ribuan bintang bertaburan

    Tapi tak satupun mampu

    Tuk menerangi jalanku

    Begitu banyak pohon tinggi menjulang

    Tapi tak satupun sanggup

    Menjadi tempat berteduhku

     

    Aku terus dan terus berlari

    Berharap aka nada sedikit saja

    Titik temu untukku kembali,

    Kembali pada yang memilikiku…

    Tuhan.


  5. asing

    June 22, 2013 by kharissaja

    Aku terpana

    Berdiri di suatu tempat asing

    Ku dapati sebuah lonceng dan ku goyang

    Namun, tak bergeming

    Ku lihat sebuah bel pintu dan ku tekan

    Namun, tak ada suara

    Ku intip lewat jendela

    Namun, hanya gelap yang terlihat

     

    Ku berkeliling mencari celah

    Namun, tiada

    Ku bertanya pada sepetak tanah

    Namun, tak berkata-kata

    Aku berteriak mencari tahu

    Namun, aku hanya mendapati diriku

    Seperti domba dungu

     

    Aku hampir binasa karena putus asa

    Namun, aku teringat akan adanya Tuhan

    Hanya Tuhan dan aku yang tahu

    Apa yang aku panjatkan

    Dan aku percaya harapan itu selalu ada…

    Harapan yang akan membimbingku

    Menemukan tempat dimana aku seharusnya berada.


  6. Rindu untuk Ayah

    June 22, 2013 by kharissaja

    Tuhan,

    Kami merindukan sos0k itu

    Seorang ayah

    Yang selalu membimbing

    Seorang ayah

    Yang selalu mengayomi

    Seorang ayah

    Yang selalu mengasihi…

     

    Tuhan,

    Aku sangat tahu

    Bahwa waktu tak bisa kembali

    Ia datang hanya sekali

    Namun sanggup meninggalkan

    Begitu banyak kenangan tentang ayah

    Dalam hati kami

     

    Tuhan,

    Adakah disana

    Ayahku juga merasakan damai dan bahagia

    Seperti kami,

    Yang terus menjalani hidup

    Tanpa ayah di tengah-tengah kami

     

    Tuhan,

    Aku paham satu hal

    Bahwa semua yang Engkau ciptakan

    Pasti berpulang ke rumah-Mu

    Setelah kami satu persatu

    Menyelesaikan amanah yang Engkau berikan

    Meskipun begitu banyak di antara kami

    Yang tak menyadari itu…

     

    Tuhan,

    Hanya satu tujuan akhir hidup kami

    Perkenankanlah kami

    Bisa berkumpul lagi, kelak di surga

    Bersama ayah tercinta

    Dan para tetuah

    Yang telah mendahului kami

    Amien


  7. a poetry for my mother

    October 15, 2012 by kharissaja

    IBUKU

    Saat aku terlahir di dunia ini
    Engkau yang pertama tersenyum padaku
    Yang pertama kudengar adalah suaramu
    Dan Engkau menuntun dua biji mataku
    Menyaksikan kehidupan dunia denganmu

    S’lalu engkau hembuskan kasihmu
    dan merajut cinta untukku
    Engkau mungkin tak punya yang berharga
    Namun punya harta yang istimewa
    Yaitu cintamu padaku

    Tanpamu entah apa diriku
    Hanya engkau panutan hidupku
    Ku ingin engkau bersandar padaku
    Melepas jenuh di hari tuamu
    Selamanya engkau kan abadi
    Dihatiku ini……….. IBU

    this is my favourite song with my mother 😀
    maywood^mother how are u today