‘Tugas Kuliah Semester 1’ Category

  1. Tugas Pendidikan Karakter

    July 7, 2013 by kharissaja

    Kali ini saya ingin membagikan tugas mata kuliah Pendidikan Karakter. Semoga bermanfaat

    tugas pendidikan karakter

     


  2. (makalah) aplikasi fungsidalam utilitas

    July 7, 2013 by kharissaja

    Kali ini saya memposting tugas kelompok saya, yaitu kelompok wayang. hehee

    Dari sinilah kedekatan kami bermula (wewe, mbak sulis, amir, dan mas shandy)

    #sedikit info

    Kami mendapat tema “aplikasi dalam utilitas”. Semoga bermanfaat 🙂

     

    Makalah Mata Kuliah Matematika Ekonomi Semester Gasal

    Aplikasi Fungsi dalam Fungsi Utilitas

    logo narotama

    Oleh:

    Shandy Christianto (01212054)

    Amiruddin (01212089)

    Kharisma Safiri (01212080)

    Sulistyowati (01212008)

    Wulan Wijayati (01212077)

    Dosen:

    Bapak Agus Sukoco, ST,MM

    Santirianingrum Soebandhi, SE, M.Com

     

    Fakultas Ekonomi

    Departemen Manajemen

    Universitas Narotama

    Surabaya

    2012

    KATA PENGANTAR

     

    Puji syukur kami hadiratkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Aplikasi Fungsi dalam Fungsi Utilitas”.

    Makalah ini dibuat agar kita lebih memahami aplikasi fungsi dalam fungsi utilitas sesuai dengan tema yang kami dapatkan pada tugas kelompok Matematika Ekonomi. Sub-pembahasan ini diberikan pada Mata Kuliah Matematika Ekonomi pada pertemuan atau tatap muka pertama. Selain itu makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika Ekonomi Semester Gasal tahun 2012.

    Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Agus Sukoco,ST,MM selaku Dosen Matematika Ekonomi yang telah membantu dalam memberikan penjelasan tentang tema yang kita dapatkan. Dan kepada Ibu Santirianingrum Soebandhi, SE, M.Com yang memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu meridhai segala usaha kita. Amin.

     

    Surabaya, 26 Desember 2012

    Penyusun

    DAFTAR ISI

     ( …………………………………………………………………………………………………. )

     

    ABSTRAK

    Metematika ekonomi merupakan matematika terapan yang berbeda dengan matematika biasa atau murni. Ilmu ekonomi fokus ke konsep kuantitatif, menyangkut variabel seperti biaya, harga, upah, permintaan-penawaran, penerimaan-biaya-laba, maka banyak analisis ekonomi menggunakan analisis matematika terapan. Hubungan kuantitatif antar variabel ekonomi dipelajari secara empiris yaitu model matematis. Fungsi utilitas ialah fungsi yang menjelaskan besarnya utilitas yang berupa kepuasan, dan kegunaan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Pada umumnya semakin banyak jumlah suatu barang dikonsumsi, maka akan semakin besar utilitas yang diperoleh, kemudian mencapai titik puncaknya (titik jenuh) pada jumlah konsumsi tertentu, sesudah itu justru menjadi berkurang atau bahkan negatif jika jumlah barang yang dikonsumsi terus menerus ditambah.

    Kata kunci: Fungsi utilitas, konsumsi, matematika ekonomi, dan utilitas .

     

    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1.1              Latar Belakang Masalah

    Istilah mathematics (dalam bahasa Inggris) berasal dari perkataan latin mathematica, yang mulanya diambil dari perkataan Yunani, mathematike, yang berarti “relating to learning”. Perkataan mathematika berhubungan sangat erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir). Jadi, berdasarkan etimologis (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perkataan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”.

    Konsep “fungsi” merupakan hal yang penting dalam berbagai cabang matematika. Pengertian fungsi dalam matematika berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian sehari-hari fungsi bermakna guna atau manfaat. Kata fungsi dalam matematika sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) digunakan untuk menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara dua himpunan, sehingga fungsi dapat dikatakan hal yang istimewa dari suatu relasi antara dua himpunan. Penerapan fungsi dalam ekonomi dan bisnis merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk dipelajari, karena model-model ekonomi yang berbentuk matematika biasanya dinyatakan dengan fungsi.

     

    1.2              Rumusan Masalah

    Untuk mengkaji dan mengulas tentang aplikasi fungsi dalam fungsi utilitas, maka diperlukan sub-pokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:

    1. Apa pengertian dasar ilmu matematika dan matematika ekonomi?
    2. Apa definisi fungsi dan fungsi utilitas?
    3. Apa konsep utilitas?
    4. Apa saja aplikasi fungsi utilitas?
    5. Apakah teori perilaku ekonomi itu?

     

    1.3              Tujuan dan Manfaat Penulisan

    Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika Ekonomi Semester Gasal tahun 2012 dan menjawab pertanyaan yang ada pada rumusan masalah. Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penulis dan pembaca tentang pengertian dasar ilmu matematika dan matematika ekonomi; definisi fungsi dan fungsi utilitas; konsep utilitas; aplikasi fungsi utilitas; dan teori perilaku ekonomi.

     

    1.4              Metode Penulisan

    Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media media lain seperti e-book, web, blog, dan perangkat media massa yang diambil dari internet.

     

    1.5              Sistematika Penulisan

    Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan sub-bab yang berkaitan dengan peran permasalahan umum yang dialami perusahaan. Terakhir, bab penutup terdiri atas kesimpulan.

     

     

    BAB II

    PEMBAHASAN

     

    2.1       Pengertian Dasar Ilmu Matematika dan Matematika Ekonomi

    James dan James (1976) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri. Johnson dan Rising (1972) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi. Sementara Reys, dkk. (1984) mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola pikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Berdasarkan pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa ciri yang sangat penting dalam matematika adalah disiplin berpikir yang didasarkan pada berpikir logis, konsisten, inovatif dan kreatif.

    Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.

    Matematika ekonomi adalah aplikasi matematika metode untuk mewakili teori ekonomi dan menganalisis masalah-masalah yang diajukan dalam ekonomi. Hal ini memungkinkan formulasi dan derivasi dari hubungan kunci teori dalam kejelasan, umum, ketelitian, dan kesederhana’an. Dengan konvensi, metode merujuk pada orang diluar geometri sederhana, seperti diferensial dan integral kalkus, perbedaan dan persamaan diferensial, aljabar matriks, dan pemprograman matematis dan lain metode komputasi.

    Matematika memungkikan ekonom untuk membentuk bermakna, proposisi dapat diuji tentang subyek yang luas dan kompleks banyak yang tidak dapat secara memadai diungkapkan secara informal. Selanjutnya bahasa matematika memungkinan ekonom untuk membuat jelas, spesifik, posotif klaim tentang subyek kontroversial atau perdebatan yang akan mustahil tanpa metematika. Sebagian besar teori ekonomi saat ini disajikan dalam hal matematika model ekonomi. Satu set bergaya dan disederhanakan hubungan matematika yang mengklarifikasi asumsi-asumsi dan implikasi.

     

    2.2       Definisi Fungsi dan Fungsi Utilitas

    Konsep “fungsi” merupakan hal yang penting dalam berbagai cabang matematika. Pengertian fungsi dalam matematika berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengertian sehari-hari fungsi bermakna guna atau manfaat. Kata fungsi dalam matematika sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) digunakan untuk menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara dua himpunan, sehingga fungsi dapat dikatakan hal yang istimewa dari suatu relasi antara dua himpunan.

    Fungsi utilitas ialah fungsi yang menjelaskan besarnya utilitas yang berupa kepuasan, dan kegunaan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Pada umumnya semakin banyak jumlah suatu barang dikonsumsi, maka akan  semakin besar utilitas yang diperoleh, kemudian mencapai titik puncaknya (titik jenuh) pada jumlah konsumsi tertentu, sesudah itu justru menjadi berkurang atau bahkan negatif jika jumlah barang yang dikonsumsi terus menerus ditambah. Fungsi utilitas bersifat relative, dimana barang atau jasa yang memiliki utility bagi orang tertentu belum tentu bagi orang lain. Penerapan fungsi dalam ekonomi dan bisnis merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk dipelajari, karena model-model ekonomi yang berbentuk matematika biasanya dinyatakan dengan fungsi.

     

    2.3       Konsep Utilitas

    Pada umumnya semakin banyak jumlah suatu barang dikonsumsi semakin besar utilitas yang diperoleh, kemudian mencapai titik puncaknya (titik jenuh) pada jumlah konsumsi tertentu, sesudah itu justru menjadi berkurang atau bahkan negatif jika jumlah barang yang dikonsumsi terus-menerus ditambah. Utilitas total merupakan fungsi dari jumlah barang yang dikonsumsi. Persamaan utilitas total (total utility, U) dari mengkonsumsi suatu jenis barang berupa fungsi kuadrat parabolik, dengan kurva berbentuk parabola terbuka ke bawah.

    Utilitas marginal (marginal utility, MU) ialah utilitas tambahan yang diperoleh dari setiap satu unit barang yang dikonsumsi. Secara matematik, fungsi utilitas marginal merupakan derivatif pertama dari fungsi utilitas total. Jika fungsi utilitas total dinyatakan dengan U = f (Q) dimana U melambangkan utilitas total dan Q jumlah barang yang dikonsumsi atau tingkat kepuasannya tetapi terikat pada fungsi pendapatan, atau sebuah perusahaan yang ingin memaksimumkan labanya namun terikat pada fungsi produksi. Maka suatu cara yang dapat digunakan untuk menentukan titik ekstrim dari suatu fungsi yang bersyarat adalah dengan menggunakan Pengali Lagrange, yakni dengan cara membentuk sebuah fungsi baru yang merupakan penjumlahan dari fungsi yang hendak dioptimumkan di tambah hasil kali pengali Lagrange λ dengan fungsi kendalanya.

    Total Utility atau kepuasan total adalah seluruh kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Sedangkan marginal Utility atau kepuasan tambahan adalah tambahan kepuasan yang diperoleh seseorang akibat adanya tambahan mengkonsumsi satu unit barang tertentu. Berikut adalah suatu contoh total utility dengan marginal utility dalam angka:

     

     

     

    Tabel 1.

    Total Utility dan Marginal Utility Dalam Angka

    Jumlah barangxyang dikonsumsi (Qx)

    Total Utility

    (TUX)

    Marginal Utility

    (MUX)

    0

    0

    1

    10

    10

    2

    18

    8

    3

    24

    6

    4

    28

    4

    5

    30

    2

    6

    30

    0

    7

    28

    -2

     

     

     

     

     

    2.4       Aplikasi Fungsi Utilitas

    Dalam analisis ekonomi, utilitas sering digunakan untuk menggambarkan urutan preferensi sekelompok barang, contohnya seorang konsumen bernama Anton merasa lebih puas membeli 3 buah buku fiksi ilmiah jika dibandingkan dengan membeli sehelai kemeja, hal ini berarti buku-buku tersebut memberikan utilitas yang lebih besar dibandingkan dengan kemeja tadi.

    Fungsi utilitas dapat ditunjukkan dengan sekumpulan kurva indiferensi, yang masing-masing mempunyai indikator numerik. Pada Gambar 1. berikut ini menunjukkan 3 kurva indiferensi dengan tingkat utilitas sebesar 25, 50 dan 100.

    Perlu diingat bahwa ketika kita menggunakan fungsi utilitas, yang kita tekankan adalah konsep ordinal bukan kardinal. Dengan demikian yang perlu kita perhatikan dari gambar di atas, bukan angka numerik seperti 25, 50 dan 100 tetapi bahwa kurva indiferensi dengan utilitas (U) = 100 memberikan kepuasan yang lebih besar dibandingkan dengan utilitas sebesar 50, demikian juga kurva indiferensi dengan utilitas sebesar 50 memberikan kepuasan yang lebih besar dari utilitas sebesar 25.

    Syarat utama dalam menetapkan suatu fungsi utilitas adalah bahwa persoalan nilai maksimum dan minimum dari persoalan yang dihadapi harus mencakup persoalan tersebut. Karena itu harus dapat ditentukan terlebih dahulu batasan nilai maksimum dan minimum dari besaran yang akan ditetapkan fungsinya. Untuk menjaga konsistensi, maka batasan nilai jangan terlampau jauh dari batasan nilai yang ada dalam persoalan yang dibahas, sehingga pengambil keputusan benar-benar menghayati nilai tersebut.

     

    2.5              Teori Perilaku Ekonomi

    Teori perilaku konsumen adalah teori yang mempelajari cara konsumen memaksimumkan kepuasan dari suatu barang yang dikonumsinya. Di dalam mempelajari teori perilaku konsumen dapat dibedakan menjadi 2 (dua) pendekatan :

    1. Pendekatan nilai guna kardinal (cardinal utility) yang sering disebut teori nilai subyektif (subjective value theory).
    2. Pendekatan nilai guna ordinal (ordinal utility) yang sering disebut dengan analisis kurva indifference/kurva kepuasan sama (indifference curve analysis).

    Di dalam menerangkan perilaku konsumen dengan pendekatan “cardinal utility” menggunakan asumsi :

    1.  Utility atau kepuasan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa dapat di kwantifisir (di ukur). Satuannya dinamakanutil. Berlaku “Law of Diminishing Marginal Utility” yang menyatakan :

    “Semakin banyak suatu barang yang di konsumsi oleh seseorang semakin besar pula utility (kepuasan total) yang akan diperolehnya, tetapi tingkat pertambahan kepuasan (marginal utility) yang diperolehnya semakin lama semakin kecil. Suatu saat marginal utility-nya mencapai nol dan total utility-nya akan maksimum. Apabila penambahan konsumsi barang tersebut dilanjutkan, maka marginal utility-nya akan negatif dan total utility-nya akan menurun”.

    1. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total (total utility) yang maksimum. 

     

     

    BAB III

    1.1              Kesimpulan

    Penerapan fungsi dalam ekonomi dan bisnis merupakan salah satu bagian yang sangat penting untuk dipelajari, karena model-model ekonomi yang berbentuk matematika biasanya dinyatakan dengan fungsi. Pada umumnya semakin banyak jumlah suatu barang dikonsumsi, maka semakin besar utilitas yang diperoleh, kemudian mencapai titik puncaknya (titik jenuh) pada jumlah konsumsi tertentu, sesudah itu justru menjadi berkurang atau bahkan negatif jika jumlah barang yang dikonsumsi terus-menerus ditambah.

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    kk.mercubuana.ac.id/files/93015-11-752699479204.doc

    http://rahimahrima.blogspot.com/2011/11/teori-perilaku-konsumen.html

    repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19625/5/Chapter%20I.pdf

    rosihan.lecture.ub.ac.id/lecture/matematika-ekonomi/

    rosihan.web.id/wp-content/uploads/2010/…/math13.-INTEGRAL.ppt

    http://yaeldaa.blogspot.com/2012/01/teori-perilaku-konsumen.html

     

     

     


  3. (makalah) Potret Insan Manusia dari Proses Kelahiran hingga Membentuk Kebudayaan dan Pola Tingkah Laku

    July 7, 2013 by kharissaja

     

    Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam Kelompok 2

    Potret Insan Manusia dari Proses Kelahiran hingga Membentuk Kebudayaan dan Pola Tingkah Laku

     logo narotama

    Oleh:

    Kharisma Safiri (01212080)

    Amiruddin (01212089)

    Anugrah Ian (01212035)

    Dwi annisa (01211130)

    Mutamam (01112017)

    Popy Merliana (01112042)

    Saiful Rahman (01212020)

    Umar Adhini (01212016)

     

    Dosen: Bapak Sugito Muzaki

     

    Fakultas Ekonomi

    Universitas Narotama

    Surabaya

    2012

    Kata Pengantar

     

    Puji syukur kami hadiratkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Potret Insan Manusia dari Proses Kelahiran hingga Membentuk Kebudayaan dan Pola Tingkah Laku” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

    Makalah ini berisikan tentang kebudayaan, pola tingkah laku manusia, potret insan manusia, dan proses kelahiran manusia. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama Islam Universitas Narotama. Makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebudayaan, pola tingkah laku, potret insan manusia dengan proses kelahiran manusia.

    Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT selalu meridhai segala usaha kita. Amin.

     

    Surabaya, 14 Oktober 2012

    Penyusun

     

     

    Daftar Isi

    ( ………………………………………………………………. )

     

    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1.1           Latar Belakang

    Budaya merupakan salah satu unsur dasar dalam kehidupan social. Budaya mempunyai peranan penting dalam membentuk pola berpikir dan pola pergaulan dalam masyarakat, yang berarti juga membentuk kepribadian dan pola piker masyarakat tertentu. Budaya mencakup perbuatan atau aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh suatu individu maupun masyarakat, pola berpikir mereka, kepercayaan, dan ideology yang mereka anut.

    Budaya telah menjadi perluasan topik ilmu psikologi di mana mekanisme berpikir dan bertindak pada suatu masyarakat kemudian dipelajari dan diperbandingkan terhadap masyarakat lainnya. Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Di dalam kajiannya, terdapat pula paparan mengenai kepribadian individu yang dipandang sebagai hasil bentukan sistem sosial yang di dalamnya tercakup budaya. Adapun kajian lintas budaya merupakan pendekatan yang digunakan oleh ilmuan sosial dalam mengevaluasi budaya-budaya yang berbeda dalam dimensi tertentu dari kebudayaan.

    Dijelaskan dalam makalah ini bahwa manusia merupakan makhluk yang paling mulia dan sangat unik. Manusia dianugerahi berbagai potensi dan petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Menusia memiliki potensi dasar yang pada hakikatnya sangat membedakan manusia dengan makhluk ciptaan allah lainnya, yaitu nafsu dan akal/pemikiran. Dalam hidup di dunia, manusia diberi tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.

    Dalam hidup keseharian tampak bahwa segalanya hadir dalam bentuk yang saling berpasangan, siang-malam, pagi-sore, susah-senang, jantan-betina, dan seterusnya. Begitupun dengan manusia, laki-laki berpasangan dengan perempuan. Keberpasangan ini memicu kerjasama yang akan menghasilkan kesinambungan dan keharmonisan.

    1.2            Rumusan Masalah

    1. Apakah kebudayaan itu dan hubungannya dengan pola tingkah laku manusia?
    2. Apakah potret insan manusia?
    3. Apakah proses kelahiran manusia?

    1.3            Tujuan

    Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:

    1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama.
    2. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan, pola tingkah laku, potret insan manusia, dan proses kelahiran manusia.
    3. Untuk mengetahui hubungan antara kebudayaan, pola tingkah laku, potret insan manusia dengan proses kelahiran manusia.

    1.4            Metode Penulisan Makalah

    Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media media lain seperti e-book, web, blog, dan perangkat media massa yang diambil dari internet.

    1.5     Sistematika Penulisan Makalah

    Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan subbab yang berkaitan dengan manusia seperti proses kelahiran, tingkah laku, dan budaya. Terakhir, bab penutup terdiri atas kesimpulan dan saran.

     

     

    BAB II

    PEMBAHASAN

    1.1            Kebudayaan dan Pola Tingkah Laku Manusia

     

    Di dalam Kamus Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Secara garis besar kebudayaan berarti kumpulan segala usaha dan upaya manusia yang dikerjakan dengan mempergunakan hasil pendapat untuk memperbaiki kesempurnaan hidup.

    Salah satu faktor pembentuk tingkah laku adalah kebudayaan. Tingkah laku dilihat dari  pandangan islam akan nampak relevansinya dengan seruan untuk bertaqwa kepada Allah SWT, hal tersebut relevan dengan fitrah manusia sebagai makhluk paling sempurna di banding dengan makhluk lainnya.

    Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan.

     

    1.2            Potret Insan Manusia

    Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak adam (manusia) dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami melebihkan mereka atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol ( QS. Al Isra 70).

    Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang selalu berkembang dengan pengaruh  lingkungan sekitarnya karena makhluk utuh ini memiliki potensi pokok yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani. Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk yang mulia. Namun jika manusia beriman dan taat kepada Allah SWT ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan  yang mendukung pernyataan tsb.

    Pertama, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud (hormat) kepada Adam as. Kedua, malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al asma (nama-nama ilmu pengetahuan) sedangkan Adam mampu karena memang diberi ilmu oleh Allah SWT. Ketiga, kepatuhan malaikat kepada Allah SWT karena sudah tabiatnya, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu sedangkan kepatuhan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syetan. Keempat, manusia diberi tugas oleh Allah menjadi khalifah dimuka bumi, “Ingatlah ketika Tuhan mu berfirman kepada para malaikat, : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi…”(QS.Al Baqarah 30)

    Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah belajar, mengajarkan ilmu,dan  membudidayakan ilmu.

    1.3            Proses Kelahiran Manusia

    Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, allah berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri).

     

    Dalam surat al’mu’minun ayat 12-15Allah S.W.T berfirman :
    Artinya :

    12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.15. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.(QS. Al- Mu’minuun 23 : 12-15). “

    Setelah proses kejadian  manusia ini, kehidupan didunia telah menyambut mereka dan kemudian mereka berhak atas kewajiban-kewajibannya didunia ini. Allah SWT memerintahkan agar semua manusia berbuat ihsan kepada dua orang ibu bapaknya, baik di waktu hidup maupun setelah meninggal dunia nanti. Berbuat ihsan ialah melakukan semua perbuatan yang baik sesuai dengan yang diperintahkan agama. Berbuat ihsan kepada orang tua ialah menghormatinya, memelihara, dan memberi nafkah apabila ia telah tidak mempunyai penghasilan lagi, sedangkan berbuat ihsan kepada kedua orang tua setelah meninggal dunia ialah selalu mendoakannya kepada Allah agar diberi pahala dan diampuni segala dosanya. Berbuat ihsan kepada kedua orang tua termasuk amal yang tinggi nilainya di sisi Allah, sedangkan durhaka kepadanya termasuk perbuatan dosa besar.

    Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

    1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (sperma).
    2. Yang laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.
    3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.
    4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di rahim.

    Orang-orang yang hidup pada zaman kala al-Qur’an diturunkan, pasti, tahu bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20.

     

     

    PENUTUP

    1. Kesimpulan

     

    Manusia dalam agama islam diartikan sebagai makhluk Allah SWT yang memiliki unsur dan jiwa yang arif, bijaksana, berakal, bernafsu, dan bertanggung jawab pada Allah SWT. Manusia memiliki jiwa yang bersifat rohaniah, gaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena pada manusia terdapat daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya.

    Manusia memiliki kelebihan dari makhluk lain, salah satu buktinya adalah kepatuhan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syetan sedangkan kepatuhan malaikat kepada Allah SWT karena sudah tabiatnya, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu . Oleh karena itu sebagai manusia (makhluk ciptaan Allah) seharusnyalah kita senantiasa bersyukur atas karunia dan kasih sayang-Nya, karena salah satu kunci kesuksesan adalah bersyukur.

     

     

    1. Saran

    Sebenarnya Al Quran sudah membahas semua hal mengenai fungsi, peran dan tanggung jawab manusia. Oleh karena itu manusia wajib membaca dan memahami Al Quran agar dapat memahami apa fungsi, peran dan tanggung jawabnya sebagai manusia, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh makna.

     

    Daftar Pustaka

     

    Ali, M. Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. PT RajaGrafindo Persada : Jakarta.

    Harun, Salman. 2005. Mutiara Al-Qur`an.Jakarta : Kaldera

    Litbang dan Kementrian Agama RI. Proses Penciptaa Manusia.

    Pratiwi, D.A., dkk. 2007. Biologi untuk SMA kelas XII. Jakarta: Erlangga.

    Shihab, M. Quraish. 2007. Wawasan Al-Quran. PT Mizan Pustaka : Bandung.

    http://www.duniapsikologi.com/sikap-pengertian-definisi-dan-faktor-yang-mempengaruhi/

    http://pembahasan-hakikat-manusia-dalam-islam-/110525022733-/phpapp02.

    http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/31/mengetahui-bagaimana-proses-penciptaan-manusia/

    http://vatonilv.blogspot.com/2012/04/pengertian-kebudayaan.html

     

     

     


  4. (Tugas 2) Pengantar Manajemen dg Tema “Program Perencanaan”

    November 5, 2012 by kharissaja

    Postingan saya kali ini adalah berisikan tugas kedua mata kuliah pengantar manajemen dengan tema “Program Perencanaan” dalam bentuk makalah dan PPT. Please check it out and enjoy it!!!! 😀

    (KHARISMA SAFIRI 01212080); (WULAN WIJAYATI 01212077); (AMIRUDDIN 01212089) dan (KHARISMA SAFIRI 01212080); (WULAN WIJAYATI 01212077); (AMIRUDDIN 01212089)


  5. Tugas Pengantar Manajemen (Makalah dan PPT)

    October 15, 2012 by kharissaja

    Pada tanggal 08 Oktober 2012, bu Ayurai, dosen mata kuliah Pengantar Manajemen Semester Gasal Universitas Narotama memberikan tugas pertama beliau kepada kami, yaitu membuat makalah dan PPT dengan tema “Manajemen Perusahaan “. Studi kasus bisa diambil dari tempat kami (para mahasiswa) bekerja karena sebagian besar mahasiswa Universitas Narotama sudah bekerja. Bagi mahasiswa yang belum mempunyai pengalaman kerja, bisa mengambil studi kasus dari media seperti internet dsb.

    Dalam hal ini, saya sebagai penulis makalah dan PPT mengambil sumber dari media internet. Semoga tugas yang sudah saya kerjakan ini bermanfaat tidak hanya bagi diri saya pribadi, namun juga bagi orang lain. 🙂

    ” Tidak pernah ada kata terlambat untuk terus belajar dan belajar

    ~ Lely Fransiska Novita

    http://katakatabijak.com/proses-pembelajaran-diri “

     

    Silahkan unduh disini:
    MAKALAH (KHARISMA SAFIRI 01212080)
    PPT (KHARISMA SAFIRI 01212080)